KONFERENSI PERPUSTAKAAN DIGITAL INDONESIA KE-11

LIBRARY.USU.AC.ID, MEDAN – Sebagai sarana berbagi pengalaman, pengetahuan, saran dan rumusan mengenai peran perpustakaan digital dalam diseminasi pengetahuan di era disruptif digital, Forum Digital Perpustakaan Indonesia yang dibina oleh Perpustakaan Nasional Indonesia bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI, Forum Perpustakaan Digital Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan dan Politeknik Negeri Medan akan melaksanakan konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-11 pada tanggal 6 – 9 November 2018 di Hotel FourPoints by Sheraton, Jl. Jendral Gatot Subroto No. 395 Medan Sumatera Utara, Indonesia.

Acara ini juga akan diikuti oleh beragam peserta seperti Pengelola berbagai jenis perpustakaan, Pustakawan dan tenaga perpustakaan di perpustakaan umum, khusus dan perguruan tinggi, Akademisi, peneliti, pengajar dan mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi, penerbit, Perusahaan penyedia informasi (Information Provider) dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) bisnis multimedia.

Kegiatan yang akan dibuka oleh Rektor USU tersebut akan diawali oleh kegiatan Workshop Pathfinder Online di Perpustakaan USU yang umumnya tidak hanya peserta KPDI yang hadir namun mahasiswa USU banyak yang ikut serta. 21 pembicara Call For Paper antara lain seperti Amich Alhumami, PhD sebagai Direktur Pendidikan Tinggi, IPTEK dan Kebudayaan (Bappenas), Dr. Sofyan Tan Anggota Komisi X DPR RI, Prof. Zainal A. Hasibuan, PhD serta Ibu Sundari, S.Sos (Juara I Tingkat Nasional Pustakawan Berprestasi dari Kemenristek 2018) dan Bapak Ray Anshari Margolang, S.T selaku Programmer Perpustakaan USU dan lain-lain. Pembicara tersebut akan mengangkat materi dari 6 topik berikut : (1) Sumber pengetahuan terbuka (open knowledge resources) untuk mobilisasi pengetahuan. (2) Produksi pengetahuan untuk inovasi yang disruptif. (3) Peran perpustakaan digital dalam mobilisasi pengetahuan. (4) Literasi digital dalam melawan konten negatif. (5) Akses terbuka repositori (repository open acces) kekayaan intelektual indonesia. (6) Blende librarian sebagai knowledge maker dalam era disrupsi digital.