Menristek Harapkan Perguruan Tinggi Miliki Fleksibilitas dan Mengubah Paradigma Berpikir

Medan – Humas USU : Tidak kurang dari 107 delegasi yang berasal dari 11 Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) seluruh Indonesia, menghadiri Pembukaan Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik (MSA) PTNBH 2019, yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa USU, Senin (18/2). Sidang Paripurna yang dilaksanakan hingga Selasa (19/2) itu, dibuka oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI,  Prof. H. Mohamad Nasir, Ph D, Ak, yang ditandai dengan pemukulan gong. Dalam kesempatan tersebut, Menristek sekaligus tampil sebagai keynote speaker.

Dalam sambutan yang sekaligus dirangkaikan dengan pemaparan materi yang berjudul “Pengembangan SDM Dan Sarpras Dalam Mewujudkan PTNBH Sebagai WCU”, Menristek mengapresiasi jumlah delegasi yang hadir. Mengingat dalam pelaksanaan sidang-sidang sebelumnya tidak pernah mencapai jumlah yang yang cukup besar.

“Saya melihat ada perubahan dan peningkatan jumlah partisipan dalam kegiatan seperti ini. Dan itu harus dipandang sebagai sebuah langkah baru untuk memulai pembenahan di dalam tubuh PTNBH,” kata Menristek.

Ia menyebutkan, bahwa sudah memang seharusnya ada perubahan di PTNBH, khususnya dalam soal peningkatan kualitas SDM. Hal tersebut terkait juga dengan kewenangan cukup besar yang diberikan kepada PTNBH, khususnya dalam penganggaran dan pengelolaan keuangan, karena dianggap sebagai lembaga yang paling dewasa (mature) dan siap.

“Senat Akademik harus bisa mengubah paradigma berpikir dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Perguruan Tinggi juga harus memiliki fleksibilitas yang baik, kinerja tinggi dan serba cepat,” ujarnya.

Prof H Mohamad Nasir menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap bidang pengembangan riset dan inovasi yang ada di perguruan tinggi, khususnya PTNBH. Anggaran riset yang tadinya hanya sebesar 0,08 persen, saat ini telah meningkat menjadi 0,25 persen dari Gross Domestic Product (GDP). Untuk itu, Menristek mengharapkan agar riset-riset yang ada di Indonesia bisa diaplikasikan dengan segera, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Menristek juga akan mendorong 11 PTNBH untuk masuk dalam pemeringkatan perguruan tinggi kelas dunia. Ia menyatakan bahwa hal tersebut telah disampaikannya kepada Presiden dan sudah disetujui.

“Bahkan saat ini kami sedang membuat skema, yang di antaranya adalah melejitkan PTNBH yang ada di peringkat 500 besar untuk masuk ke 200 besar dunia,” tandas Prof H Mohamad Nasir optimis.

Berikutnya, Menristek juga menekankan bahwa seluruh peraturan menteri sudah disiapkan untuk menyambut Revolusi Industri 4.0. Sistem pendidikan jarak jauh sudah dicanangkan. Maka menjadi sangat penting untuk semua perguruan tinggi dalam mengambil langkah perubahan yang cepat.

“Kalau kita tidak melakukan perubahan, maka kita akan tertinggal. Bahkan perguruan tinggi akan mati dengan sendirinya. Perombakan terhadap nomenklatur program studi juga harus dilakukan secara besar-besaran dan disesuaikan dengan kondisi riil yang ada saat ini,” tegasnya.

Selain itu, Menristek juga menekankan bahwa linieritas dalam era disruptif sudah tidak dilakukan lagi. Lintas sektoral saat ini sudah tidak dipersoalkan lagi dan sudah terintegrasi dengan baik.

“Dalam era disruptif Revolusi Industri 4.0, setiap bidang keilmuan itu saling terkait. Sudah tidak bisa lagi berdiri sendiri. Mahasiswa harus disiapkan dalam menjawab kondisi yang sudah berubah ini, sehingga mereka bisa beradaptasi dengan baik,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Majelis Senat Akademik PTN BH, Prof. Ir. Priyo Suprobo, M.S., Ph.D, menyatakan bahwa hal terpenting yang harus diperhatikan dalam pengembangan PTNBH adalah persoalan SDM. Khususnya terkait kesiapan untuk beradaptasi dengan kecepatan yang dibutuhkan dalam era Revolusi Industri 4.0

Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu, SH, M Hum, dalam sambutannya di awal acara mengatakan bahwa penunjukan USU sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan yang disambut dengan sukacita. Rektor berharap dari pertemuan ini bisa dilahirkan pemikiran-pemikiran baru yang lebih tajam dan strategis dalam memperbaiki berbagai hal di sistem yang ada pada seluruh PTNBH. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat serta sejalan dengan tuntutan zaman yang sudah dikuasai oleh teknologi. 

Turut mendampingi Menristek, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Prof Ainun Naim, Ph D, MBA, dan jajaran pejabat Kementrian Ristekdikti lainnya, serta. Sementara dari USU, hadir Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu, SH, M Hum, para Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Majelis Wali Amanat, para staf ahli dan jajaran pimpinan lembaga lainnya yang ada di USU.

Dua pembicara lainnya adalah Prof. Yanuarsyah (Tim PAK Pusat Kemenristekdikti) yang akan mengetengahkan materi , “Pelaksanaan PAK di tingkat Pusat” dan Prof. Juanda Nawawi (UNHAS), dengan materi “Strategi Percepatan Pengangkatan Profesor”.

 

 

Sumber : Humas Universitas Sumatera Utara