Menko Maritim : Mahasiswa Harus Mampu Berpikir Utuh dan Jangan Takut Membela Bangsa dan Negara

MEDAN – HUMAS USU : Kemajuan teknologi telah mempengaruhi segala sendi kehidupan manusia. Untuk itu mental dan karakter manusia harus ikut berubah. Salah satu strategi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Era Revolusi Industri 4.0 adalah meningkatkan kapasitas dan daya saing.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dalam Kuliah Umum yang disampaikannya. Pemaparan bertajuk “Wawasan Kebangsaan Menuju Kedaulatan Pangan, Maritim Dan Daya Saing Bangsa Dalam Era Revolusi Industri 4.0” itu digelar di Auditorium Universitas Sumatera Utara, Senin (18/2) siang. 

Turut hadir dalam rombongan Menko Maritim, di antaranya mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu, Alwi Shihab, Dr TGH Muhammad Zainul Majdi, Lc, MA, yang akrab disapa dengan Tuan Guru Bajang, politisi Ruhut Sitompul, SH., dan beberapa tokoh lainnya. Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu, SH, M Hum, menyambut rombongan didampingi oleh para Wakil Rektor, Staf Ahli Rektor serta jajaran pimpinan fakultas dan unit kerja yang ada di USU.

“Anda akan lihat ke depan, bagaimana teknologi akan semakin menguasai kehidupan kita. Maka  kita harus melakukan perubahan dan beradaptasi dengan zaman yang menuntut serba cepat. Harus rajin menambah ilmu. Karena ilmu yang tidak di-update akan mengalami degradasi. Hilangkan mental sogok-menyogok dan tak teguh pendirian. Karena itu tidak akan terpakai lagi,” kata Luhut dalam sesi pemaparannya.

Ia mengimbau kepada ribuan mahasiswa yang memenuhi gedung Auditorium USU, agar berbicara harus disertai data. “Biasakan hidup tanpa kebohongan dan memproduksi segala bentuk hoax. Untuk sukses itu kuncinya hanya tiga, yakni mau mendengar, mau belajar dan sehat raga, mental dan ruhani. Sebelum kamu memutuskan sesuatu dalam hidupmu, tanya nurani dengan baik,” tandas Luhut.

Lebih lanjut ia mengingatkan, bahwa Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan yang cepat. “Hampir tidak ada ruang privacy di era teknologi ini. Orang-orang mudah di-detect. Kita bisa melihat bagaimana China tekun melakukan riset dan inovasi, sehingga banyak kemajuan yang bisa dicapai. Itu harus memotivasi kita semua untuk melakukan hal yang sama dan membuktikan, bahwa negara kita adalah negara besar yang tidak sepantasnya dipandang sebelah mata,” tambahnya.

Menko Kemaritiman RI itu memotivasi para mahasiswa USU untuk menjawab tantangan dan pandangan meremehkan dari bangsa-bangsa luar dengan menunjukkan betapa banyaknya kelebihan yang kita miliki. Menurut Luhut, kita sudah lama menjadi bangsa yang tidak berani dan terlalu baik dengan negara-negara Barat. 

“Kita tidak perlu takut dalam membela kepentingan bangsa dan negara. Dalam pendidikan militer selalu ditekankan satu hal, ‘Pertahanan yang paling baik adalah menyerang.’ Maka persiapkan diri untuk mengenal begitu banyak kekayaan yang negara kita miliki dan berbanggalah dengan itu semua. Persiapkan diri dengan baik, sehingga kita tidak bisa diremehkan lagi. Kalian para mahasiswa inilah yang nantinya akan menentukan masa depan bangsa. Yang terpenting, kalian harus mampu berpikir secara utuh, agar tidak bisa dikendalikan,” papar Luhut.

Ditambahkannya, tugas pokok mahasiswa adalah belajar dan fokus untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu, serta mempersiapkan diri dengan baik. Karena setelah tamat, akan banyak tantangan yang bakal dihadapi untuk menjadikan Indonesia lebih bagus.

“Jangan kita hanya mau asyik berkelahi saja seperti sekarang ini. Kalau ingin punya karir yang bagus, kamu harus mulai dari sekarang. Jika tidak, maka ke depan hanya akan menjadi pelengkap penderita saja. Untuk menjadi “somebody”, kita harus belajar dan bekerja dengan keras. Teknologi robotic terus berjalan dan itu menjadi tantangan yang tak mudah. Walau produktivitas meningkat, lapangan kerja akan semakin sedikit. Saat ini orang mencari best of the best. Maka berupayalah dengan keras,” kata Luhut, memberi motivasi.

Indonesia, lanjut Luhut, perlu beberapa langkah dan inovasi untuk mewujudkan Revolusi Industri 4.0 yang lebih baik. Yakni pengembangan sdm, pembangunan infrakstruktur, reformasi birokrasi dan perizinan, serta pembangunan industri untuk peningkatan nilai tambah.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga menyampaikan sejumlah data terkait kondisi keuangan  negara. Dikatakannya, Indonesia saat ini memiliki utang 1,1 triliun dolar amerika. Utang swasta dan utang perusahaan Indonesia hanya 40,4 dan 32,4 persen jika dibandingkan negara-negara di Asia lainnya. Menurutnya, data tersebut menepis pembicaraan di tengah masyarakat yang mengatakan, bahwa utang Indonesia sangat banyak.  Peningkatan infrakstruktur dan loncatan birokrasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia juga kerap dipuji oleh negara lain.

 

 

Sumber : Humas Universitas Sumatera Utara