Rudenim Tanjung Pinang Studi Banding ke Perpustakaan USU

LIBRARY.USU.AC.ID, MEDAN – Analis Keimigrasian Pertama Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjung Pinang Tondi Namora, S.S., mengunjungi Perpustakaan Universitas Sumatera Utara pada hari Senin 25 Maret 2019. Kedatangan beliau disambut oleh Kepala Bidang Dukungan Teknologi Informasi Murniaty, S.Sos., ditemani oleh Kabid Dukungan Teknis Elisa Ekaningsih, S.Sos., dan Kasubbid Referensi dan Literasi Informasi Evi Yulfimar, S.Sos.

Kunjungan tersebut merupakan wujud dari rencana Rudenim Pusat Tanjung Pinang untuk meningkatkan program kerjanya dalam rangka pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) yang salah satunya adalah dengan mendirikan Taman Bacaan Deteni. Definisi deteni adalah Orang Asing penghuni Rumah Detensi Imigrasi yang telah mendapatkan keputusan pendetensian dari Pejabat Imigrasi (Pasal 1 angka 35 UU Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian).

Dalam kunjungan tersebut Tondi Namora melihat secara langsung proses pengelolaan perpustakaan mulai dari kegiatan pengadaan koleksi, pengolahan, pelayanan perpustakaan, sistem informasi manajemen perpustakaan USU dan perawatan koleksi.

Terkait rencana Rudenim Tanjung Pinang untuk mendirikan Taman Bacaan Deteni, Murniaty memberikan masukan agar pihak Rudenim Tanjung Pinang mempertimbangkan pengangkatan tenaga pustakawan yang telah ahli dalam manajemen perpustakaan. USU sendiri memiliki jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi dibawah naungan Fakultas Ilmu Budaya yang alumninya siap menjalankan kegiatan Perpustakaan secara profesional. Berdasarkan pengalamannya hal ini lebih efektif dan efisien untuk membangun perpustakaan atau taman bacaan.

Hal lainnya yang bisa menjadi nilai tambah tersendiri nantinya bagi pihak Rudenim Tanjung Pinang adalah apabila sewaktu-waktu pemerintah melalui Perpustakaan Nasional (Perpusnas) memiliki program baru dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentu Rudenim Tanjung Pinang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Pustakawan sendiri sudah memiliki organisasi dibawah naungan Perpusnas yang bernama Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme Pustakawan di Indonesia. Keberadaan organisasi ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk mengatasi berbagai persoalan suatu perpustakaan. Salah satu contohnya untuk pengadaan bahan pustaka, suatu perpustakaan dapat mengajukan permohonan kepada Perpusnas atau Dinas Perpustakaan Daerah yang biasanya penilaian suatu kelayakan untuk menerima bantuan didasarkan pada keberadaan pustakawannya.

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut diakhiri dengan pertukaran cinderamata oleh kedua belah pihak. Sebelum berpisah Murniaty menyatakan bahwasanya Perpustakaan USU siap mendampingi Rudenim Tanjung Pinang dalam membangun perpustakaan dalam segi keilmuan dan pengalaman.

 

Galeri Photo