Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Perpustakaan USU Tutup Sementara
Perpustakaan USU Dukung Explore Sage Journals Gelar Quiz Berhadiah
Perpustakaan USU Dukung Penyelenggaraan Call for Papers ICoPoF 2026 di Gedung DLCB USU
11 Oktober 2019
-
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Perpustakaan USU Drs. Syakirin Pangaribuan, SH., pada saat pembukaan “Pelatihan Pemahaman dan Dokumentasi ISO 9001:2015” di ruang Konferensi Perpustakaan USU (Rabu, 9/10/2019).
“Keuntungan penerapan ISO 9001:2015 adalah suatu organisasi akan memiliki pola pikir yang berbasiskan risiko, sehingga dapat mencegah dan menghadapi kompleksitas permasalahan yang ada”, ujar beliau dalam sambutannya.
International Organization for Standardization atau biasa disingkat ISO merupakan salah satu badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil badan standardisasi nasional di tiap-tiap negara untuk mengukur mutu sebuah organisasi. Ada beberapa jenis standardisasi ISO diantaranya adalah ISO 9001:2015 yang merupakan standar manajemen yang berbasiskan risiko untuk menghasilkan output yang berkualitas serta memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Achmad Tirmizi Hutasuhut yang merupakan konsultan sekaligus pemateri pada pelatihan tersebut mengatakan manfaat suatu organisasi menerapkan standar ISO adalah dapat meningkatkan kredibilitas suatu organisasi serta mampu mengoptimalkan kinerja para karyawannya. Beliau juga menambahkan bahwasanya keberhasilan penerapan standar ISO ini adalah dibutuhkannya komitmen dari para Top Managament agar output yang diinginkan dapat tercapai.
Pelatihan tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Berlangsung selama dua hari yakni tanggal 9 – 10 Oktober 2019. Diikuti oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha yakni Bapak Rasiman beserta jajarannya yang terdiri dari para Kepala Urusan yang mencakup bidang Keuangan, Kepegawaian & Kearsipan, serta Sarana dan Prasarana. Pelatihan tersebut juga diikuti oleh para Kepala Bidang beserta Kepala Sub Bidangnya masing-masing, yakni Bidang Dukungan Teknis, Bidang Pelayanan Pengguna dan Bidang Dukungan Teknologi Informasi.
Kegiatan pelatihan tersebut cukup menarik dan peserta sangat antusias dalam mengikuti materi-materi yang diberikan, karena pelatihan tersebut dikemas dengan menggunakan metode Andragogi system (Partisipatori) yang terdiri dari Penyampaian Materi, Diskusi (Sharing and Discussion), Workshop (Simulasi) dan games/icebreaker.





